“Ukir Prestasi, Raih Jati Diri Dengan Usaha, Rasa Cinta, dan Penuh Keikhlasan Kepada-Nya [U Can, If U Think U Can]"

Sunday, October 4, 2009

Shining Beauty From Simelue Island

. Sunday, October 4, 2009
1 comments

Amazing...

Expression that I guess proper for my yard village that i love. How not, besides because i born there, the beautiful panorama that presented for eye that look at it will unplayable with whatever. The beauty has given really wont a far cry with panorama on the market by One Thousand Island or Bali Island that go ahead fly with his popularity.

My yard village; Simelue island . Precisely Simelue Regency, Aceh province , Indonesia. Keep so much beauty treasure. Did you know friends, not only the blue ocean that sweeting at vicinity island and or the green foliage that enliven the beautiful forest but also culture still to awake by local society. Taste solidarity fellow neighbour extant, very differ from urban community bustle metropolis that only administers his self without think another person.

The beautiful panorama existing, will pay all your afflictions to will aim that places. Conceive natural atmosphere is not touched little by modernization pass word as a life experience that interesting to enjoyed.

Friends, do you felt angered? or unconvinced about what i said to you?
Now, i challenge you come to Simelue island . I have several places that can be recommendation for you that wanna feel natural panorama proper for comfort.

First, Labuhan Village, Teupah South Subdistrict, pass word you to can see the beautiful ultramarine with multifariously cliff fish variants seldom at meet in other place. Really, atmosphere and potential that amaze



Second, Ganting village, Simelue East Subdistrict, has place for swimming pool sea for tourists that wanna feel white sand ocean is base stepping and groundless reef. I shall ascertain you will felt satisfied with this place.

Third, Great Cape Village, In Of Gulf Subdistrict, has potential doesn't lose. Waterfall swimming pool pass word with water coldness that escort. With frenzy the melodious bird voice that accompany us because the location at forest outback. really, make heart will felt afraid to enter it, and sure all that be replied beautifully panorama on the market.


Yes. . . until here formerly my story. May this information be of benefit to friends that wants to feel it. Congratulation try.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Lomba Menulis Cerpen Tempoe Doeloe

.
0 comments

Deadline: 15 Oktober 2009

Arsitektur Indis sebagai media klipping online untuk pertama kalinya menyelenggarakan lomba penulisan cerita pendek yang mengambil latar belakang tempo doeloe. Tujuannya untuk menampung aspirasi masyarakat melalui media tulisan dan ikut mempopulerkan kawasan serta kebiasaan tempo doeloe. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat Indonesia semakin mengenal dan mencintai budaya bangsanya sendiri.

Tahapan Lomba
  • Periode pengiriman naskah: 15 Juni 2009 – 15 Oktober 2009
  • Periode penilaian naskah: 16 Oktober 2009 – 15 November 2009
  • Pengumuman pemenang: 1 Desember 2009
Rincian Hadiah
  1. Juara I berhak memperoleh uang sebesar Rp. 750.000, sertifikat dan souvenir.
  2. Juara II berhak memperoleh uang sebesar Rp. 500.000, sertifikat dan souvenir.
  3. Juara III berhak memperoleh uang sebesar Rp. 250.000, sertifikat dan souvenir.
Masing-masing pemenang berhak mendapatkan:
  • 1 Novel Elle Elanor, karangan Zev Zanzad.
  • 1 Buku Ministry of Finance Building, The White House of Weltevreden – karangan Pusat
  • Dokumentasi Arsitektur.
  • Novel Elle Elanor yang dibagikan kepada pemenang telah dilengkapi dengan tandatangan
  • penulisnya.
  • 30 Pengirim naskah pertama mendapatkan souvenir menarik dari Arsitektur Indis dan pin Komunitas Historia Indonesia (KHI).
Ketentuan Lomba
  • Lomba terbuka untuk umum, perseorangan bukan kelompok.
  • Karya harus asli penulis atau pengarang, bukan terjemahan, saduran, plagiat atau jiplakan.
  • Penjiplakan atas karya orang lain tidak dibenarkan dan panitia berhak membatalkan keikutsertaannya.
  • Karya belum pernah dipublikasikan di media massa manapun, baik secara keseluruhan ataupun sebagian dan tidak sedang diikutsertakan dalam perlombaan lain.
  • Karya tidak menyinggung hal yang bertema SARA dan pornografi.
  • Karya boleh berdasarkan pengalaman nyata atau fiksi.
  • Tema karya bebas asal mengambil latar belakang tempo doeloe.
  • Naskah menggunakan Bahasa Indonesia ditulis sesuai dengan EYD.
  • Naskah diketik dengan komputer dalam kertas A4, menggunakan huruf Arial 11, spasi 1,5 dengan panjang minimal 4 halaman atau 1000 karakter.
  • Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya.
  • Naskah dikirim ke admin@arsitekturindis.com dilengkapi dengan surat pernyataan keaslian naskah, scanning kartu tanda pengenal (KTP, SIM, Kartu Pelajar atau Paspor), biodata penulis dalam kertas terpisah (nama, alamat rumah atau kantor, alamat email, nomor telpon). Pihak panitia akan menghubungi peserta apabila naskah telah diterima. Naskah yang telah diterima menjadi milik panitia.
  • Tema yang dapat diangkat dalam lomba kepenulisan ini antara lain: Aktivitas masyarakat di bangunan lama atau kawasan lama, Kisah pelestarian bangunan lam, Kehidupan atau kebiasaan tempo doeloe dan Cerita perjalanan di kawasan tempo doeloe
Pengumuman Pemenang
Pemenang akan dihubungi melalui email dan telepon serta akan dimuat di situs Arsitektur Indis dan situs KHI. Keputusan juri tidak dapat diganggu-gugat. Lomba Menulis Cerpen Tempoe Doeloe ini didukung oleh: Arsitektur Indis, Komunitas Historia Indonesia.

Tim Juri
  • Tanti Johana, owner Arsitektur Indis
  • Zeventina Octaviani, novelist
  • Asep Kambali, pendiri Komunitas Historia Indonesia


Klik disini untuk melanjutkan »»

Lomba Karya Tulis Ketenagalistrikan 2009

.
0 comments

Deadline Periode II: 31 Oktober 2009

iB Blogger Competition adalah lomba penulisan artikel di kanal blog Kompasiana dengan tema umum mengenai Perbankan Syariah. Lomba bersifat terbuka untuk masyarakat umum, jurnalis, mahasiswa/pelajar, penulis dan penggiat blog di media online. Selain untuk menciptakan wabah ngeblog di kalangan pengguna internet, lomba ini juga bertujuan untuk meningkatkan awareness dan antusiasme masyarakat terhadap perbankan syariah melalui partisipasi penulisan artikel populer tentang perbankan syariah.

Kompasiana mengundang peserta lomba untuk mengirimkan (upload) hasil tulisannya (yang dimuat di blognya) ke dalam blog iB Blogger Competition di Kompasiana. Tema yang dapat dipilih oleh peserta lomba telah ditentukan oleh panitia, untuk membantu peserta dalam menuangkan ide-idenya secara bebas dan kreatif. Hasil tulisan yang dikirimkan oleh peserta akan diseleksi dua tahap oleh Tim Juri iB Blogger Competition.

Tahap pertama adalah seleksi kesesuaian tema. Tulisan yang diterima akan diseleksi dan disaring terlebih dahulu oleh moderator Kompasiana, untuk menjamin bahwa tulisan-tulisan yang dikirimkan telah sesuai temanya dengan persyaratan tema tulisan yang telah ditentukan.
Tahap kedua adalah penjurian/penilaian tulisan yang telah lulus seleksi kesesuaian tema, yang dilakukan oleh Tim Juri untuk menentukan pemenang/tulisan terbaik dan tulisan-tulisan yang memenuhi kategori lainnya yang ditentukan. Kepada para pemenang akan diberikan hadiah.

10 Tema Lomba
Peserta lomba dapat memilih satu dari 10 tema yang ada. Judul dan gaya penulisan bebas. Tulisan yang tidak sesuai dengan salah satu tema berikut dianggap gugur dan tidak ditampilkan di blog iB Blogger Competition:
  • iB Perbankan Syariah, lebih dari sekedar bank
  • iB untuk semua orang
  • Kekayaan produk iB Perbankan Syariah
  • Bank Syariah yang saya kenal: pengalaman pribadi dan harapan
  • Tantangan yang dihadapi oleh perbankan syariah untuk lebih berkembang
  • Kebijakan/strategi untuk mempercepat pengembangan perbankan syariah
  • Perbankan syariah sebagai salah satu pilar ekonomi nasional
  • Peran bank syariah dalam mendukung sektor riil dan UMKM
  • Strategi menjadikan bank syariah di Indonesia sebagai pilihan investasi global
  • Perbankan syariah Indonesia menuju persaingan di pasar keuangan global


Hadiah Lomba
iB Blogger Competition menyediakan total hadiah sebesar Rp. 20 juta rupiah untuk para pemenang. Setiap periode lomba, panitia akan memberikan hadiah untuk:

  1. 1 Tulisan Terbaik Mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 5.000.000,- plus merchandise
  2. 5 Tulisan Finalis Mendapatkan uang tunai @ sebesar Rp. 1.000.000,- plus merchandise


Syarat dan Ketentuan
Ketentuan Umum
  • Lomba terbuka untuk masyarakat umum, jurnalis, mahasiswa/pelajar, penulis, penggiat media online web blog.
  • Lomba tidak dapat diikuti oleh administrator Kompasiana.
  • Peserta harus memiliki blog atau account di situs jejaring sosial (wordpress, blogspot, facebook, myspace, friendster, dll) dengan tematik bebas. Blog yang dimiliki tidak mengandung/menyebarluaskan content yang merendahkan ataupun mendeskreditkan kelompok tertentu terkait SARA, dan tidak mengandung content yang bersifat melanggar kesusilaan secara umum dan/atau pornografi. Penyelenggara dapat mendiskualifikasi peserta yang tidak memenuhi ketentuan ini.
  • Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia dan/atau bahasa Inggris secara populer dengan gaya bahasa bebas, minimal 500 kata dan maksimal tidak dibatasi.
  • Artikel tidak boleh mengandung/menyebarluaskan content yang merendahkan ataupun mendeskreditkan kelompok tertentu terkait SARA, dan tidak mengandung content yang bersifat melanggar kesusilaan secara umum dan atau pornografi.
  • Artikel harus asli, bukan terjemahan, saduran, bukan hasil plagiat, atau mengambil ide dari karya yang sudah ada. Artikel yang terbukti merupakan hasil plagiat/saduran/terjemahan akan didiskualifikasi dari lomba dan dinyatakan gugur.
  • Artikel bersifat baru yang dibuat dalam rangka mengikuti iB Blogger Competition ini, belum pernah ditayangkan dan tidak sedang dikirimkan ke media manapun.
  • Artikel yang diikutsertakan dalam lomba dan dinilai sesuai dengan ketentuan lomba akan diposting di blog Kompasiana (http://kompasiana.com) agar bisa diakses dan dinilai umum.


Ketentuan Teknis
  • Peserta lomba harus melakukan registrasi dan upload artikel di microsite iB-BloggerCompetition,dan mengisi data-data yang diminta.
  • Artikel yang diikutsertakan dalam lomba harus diposting pada blog dan/atau situs jejaring sosial milik peserta dan tidak boleh dihapus selama periode lomba berlangsung, sehingga masyarakat serta Tim Juri dapat selalu mengakses artikel dimaksud.
  • Artikel yang diikutsertakan dalam lomba harus melampirkan link pada blog atau situs jejaring sosial milik penulis
  • Setiap peserta boleh mengirim lebih dari satu artikel.
  • Lomba dibagi dalam 2 periode, yaitu 8 Juni-15 Agustus 2009 dan 16 Agustus-31 Oktober 2009.
  • * Artikel diterima paling lambat tanggal 15 Agustus 2009 untuk periode I dan tanggal 31 Oktober 2009 untuk periode II.


Keterangan Lain
  • Panitia berhak menggunakan artikel yang masuk untuk keperluan publikasi namun hak cipta tetap pada penulis.
  • Keputusan juri mengikat dan tidak bisa diganggu gugat.
  • Pengumuman pemenang akan dimuat di microsite iB Blogger Competition dan kanal Kompasiana pada tanggal 31 Agustus 2009 dan 14 November 2009.
  • Pemenang akan mendapatkan surat pemberitahuan langsung dari Panitia dan tidak melalui perantara lain.
  • Tempat penyerahan hadiah dilakukan di Kantor PT Kompas Cyber Media dan waktu akan disampaikan secara langsung kepada pemenang.

Sumber: Situs resmi iB Blogger Competition

Klik disini untuk melanjutkan »»

Sunday, September 6, 2009

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2010

. Sunday, September 6, 2009
1 comments

Dirjen Dikti memberi kesempatan kepada seluruh mahasiswa PTN dan PTS seluruh Indonesia untuk mengajukan usulan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 4 bidang yaitu : PKMP, PKMM, PKMK dan PKMT yang akan didanai tahun 2010.
Untuk membaca surat penawaran dari DIKTI, silakan download di sini. Petunjuk atau Pedoman Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2010 dapat didownload di sini.

Untuk penjelasan lebih lanjut silahkan Klik disini

Klik disini untuk melanjutkan »»

I Wanna go to Germany

.
2 comments


Every one has dreams. Every one also has manner diversely to get that dream. According me, dream like a motivation that make this alive more beautiful, more have a meaning and more have value sells. One of my dream is i can get scholarship in germany. Do you know why germany is my target? I will describe about why germany is very interisting.

  1. Free Education Cost. Many people doesn’t know that in germany, education is free for everyone, from elementary school (grundschule) until level doctoral not adopt cost likes to pay building money, education expense, etc. So, school in germany is free. Eventhough there are pickings is shaped a social subscription (sozialgebühr), where does little relative.
  2. Opportunity Promotion. In germany, for somebody that wanna continue study equal S3 (doctor) there especiality special, if in indonesian pass s1 (levels scholar one or bachelor) must to continue S2 (magister) before, but in germany there possibility for direct promotion to doctoral (not must passes memplom/magister). This matter can happen if fulfil rules through penyetaraan ijasah we. in this way somebody can a little abbreviate time. Promotion model likes this not yet many known Indonesian student university candidate.
  3. Well-Being Insurence. During we learn and live in germany obligated has well-being insurence. It is important if we are forced ill and step into hospital. While investigation and live in hospital, we must not think how big cost that must be payed out. All be underwrited by well-being insurence whom we shall follow. It will be benefit if we shall follow gesetzliche versicherung.
  4. Hiwi and Miwi. Hiwi is an opportunity to be a assistant professor or doctor. This opportunity many be on the market by professor and doctor that work at natural sciences area. Principal job hiwi is work with time around 2-4 clock every week. After following hiwi there is possibility to get opportunity to be miwi. Principal job miwi is do watchfulness for ingredient disertation. So, miwi needed by professor for somebody that wanna do promotion (doctor). Montly honorarium is big enough, equal in the place of scholarship, so that enough for simple living cost in germany.
  5. Visit Out Germany. When somebody has been school in germany, so one of easy facility in germany is visa germany, can be used to visit other country that merged into uni-eropa. Germany visa can be used to visit friends in switzerland, or go to dane without register the visa. Sometimes there is opinion that take a trip out germany be a “improvidence”. But for the others this matter is a investment aloof. Because with visit a new place we will get something interesting. For example one who lives in Bremen, then visit Amsterdam (Dutch), so he/she will know that Amsterdam and Bremen are shoreside town but Amsterdam is dirtyer than Bremen. In addition to existing building architecture or see use habit additive essence and psikotropica, etc. From here also visible a resemblance that in city location order side, usually city at shopping centre region europe situated close to station. Bremen and amsterdam has this resemblance. From matter will like this is our insight wide opened later. Even less if moment stroll mengaitkan with our study area, so many the benefits.
  6. Flohmark. In Indonesian language flohmark has word comparison with flea market. In germany existence flohmark this is in the begining not so looked at by germany self, because if buy goods at rubbish basket usually have a certain quality low. but in this time flohmark has meaning self for germany. If wanna look for antique goods, merely release hobby to shop, etc, so flohmark the choice. and for stranger at germany flohmark be tune to look for income addition. Because we can sel there with rate lease vast surface per only as big as 7 deutschmarks (at bremen). If look for books former from all book kind, there many dealed. Goods on the market a lot of and various, begin from person sells needle sews up to sel car former there all. Goods that forbidden sold at flohmark usually vegetable, fruits or need goods to eat everyday. Once in a while goods quality at flohmark still good, clever origin choose goods. Only if buy inadvisable electronic goods here.
  7. SSV and WSV. SSV and WSV is abbreviation of sommerschlussverkauf and winterschlussverkauf, that is sale season at end summer and cold. Like moment this article is done, is happening ssv from date 31 july up to 11 augusts. Usually SSV and WSV go on during around 2 weeks. In SSV and WSV all these store gives discount or discount from 10-70 % monstrous. Discount is given to depending the goods kind. Usually for electronic goods infinitesimal. because discount here's, so goods price is very-very so cheap. But that thing happen every WSV and SSV. This matter makes because system inventurverkauf that walk at germany support once. When does permanent goods remainder kept in bond, so will hit tall tax. So that to avoid big tax, better undercuttinged as cheap as may be. Goods usually get big discount perfume, clothes, jeans, jacket, t-shirt, etc.
  8. Ticket Semester. This facilities is although not found throughout university and fachhochschule at germany, but almost at metropolis every college give these facilities. For university and fachhochschule doesn't give facilities semester ticket this, usually related to general transportation network in city not yet support. For example not many general transportation in city. Once in a while the student university communities doesn't wish for facilities, because the use less optimal. Benefit semester ticket this monstrous, because can unburden transportation cost in city or once in a while up to out city with certain limit. With semester ticket, student university can use all general bus kinds, strassenbahn (electricity carriage), s-bahn or u-bahn (carriage under soil) freely and a year and a day. But when does somebody not has this facilities, so when take with general transportation facilities in city be worn appropriate general rate.
  9. General Transportation. In germany when has hobby stroll be first one proper country is chosen. This matter is caused by to achieves cities other in all germany doesn't be big problem, any time and where. Transportation kind usually electricity carriage (diesel for little villages). Take a trip with cheap relative this transportation, even less when does weekend (wochenende). deutche bahn (db) as backer answers principal perkeretaan at germany offered facilities wochenende ticket (ticket ends week) to germany member. likely this is even made incentive so that germany member likes to stroll. ticket can be used to take a trip to all aim to city wide at german for maximals five (5) person adult. Wochenende ticket admit of used for saturday and holiday.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Wednesday, July 29, 2009

Bedah salah satu sofware statistik : SPSS

. Wednesday, July 29, 2009
1 comments

SPSS dan Sejarahnya

Pada awalnya, sebelum diberi nama Statistical Service Product Solutions, aplikasi ini bernama Statistical Package for the Social Sciences yang dibuat pada tahun 1968 oleh Norman Nie, seorang mahasiswa lulusan fakultas ilmu politik dari Stanford University. SPSS sangat berguna bagi ilmu social di era tersebut, dan digunakan untuk analisis pasar, penelitian kesehatan, survey kesehatan, dan masih banyak lagi.

Program SPSS bekerja dengan membandingkan suatu data kedalam suatu paket hasil analisis. Sehingga dalam pengolahan lebih mudah dalam penggunaan serta analisisnya dalam aplikasi permasalahan riset dan bisnis. SPSS dilengkapi kemampuan untuk akses data, persiapan dan manajemen data, analisis data, serta dalam laporan hasil olahan. Sedangkan perangkat lunak sekarang sangat banyak untuk penyelesaian pengolahan data statistic. Program aplikasi untuk pengolahan data yang beredara saat ini sudah banyak macamnya antara lain SHAZAM, Systant, Ecosim, Ecostat, Minitab, SAS, Statgraph, SPSS, Statistica, dan sebagianya.

Dari berbagai perangkat pilihan lunak yang akan digunakan dalam pengolahan data SPSS merupakan yang paling popular. Mengapa SPSS, karena memiliki beberapa kelebihan yaitu terdapat banyak fasilitas yang dapat menangani berbagai persoalan statistika, memiliki tampilan user friendly, dan merupakan terobosan baru berkaitan dengan perkembangan teknologi infromasi, khususnya E Business. Dalam hal ini SPSS telah dilengkapi dengan fasilitas OLAP (Online Analytical processing) yang akan memudahkan dalam pemecahan pengolahan data. Selain itu, kelebihan SPSS adalah dapat digunakan untuk mengakses data dari berbagai perangkat lunak yang lain selanjutnya diolah dan kemudian dianalisis.


Sejarah SPSS
Pada tahun 1968, Norman H.Nie, C.Hadlai (Tex) Hull dan Dale H.Bent, tiga orang pemuda dari latar belakang professional berbeda, mengembangkan sistem perangkat lunak yang berdasarkan gagasan statistika menggunakan untuk mengubah data mentah menjadi informasi essensial untuk membuat keputusan. Sistem perangkat lunak statistic revolusioner ini disebut SPSS, yang menjadi calon Statistical Package untuk Ilmu Pengetahuan Sosial. Ketiga pemuda tersebut membangun SPSS dari keperluan untuk dengan cepat menganalisa volume data ilmu pengetahuan social yang dikumpulkan lewat berbagai metode penelitian. Dilakukan kerja pertama SPSS di Stanford University dengan maksud untuk membuatnya tersedia hanya untuk dikonsumsi local dan tak ada distribusi internasional. Nie, seorang ilmuwan social dan Stanford doctoral calon, mengambil target sasaran dan menetapkan kebutuhan; Bent calon doctor Stanford university pada penelitian pelaksanaan, mempunyai keahlian analisa dan mendesain struktur berkas sistem SPSS, dan Hull, yang baru tamat dari Stanfor dengan gelar MBA-nya , memprogram SPSS.

Kelebihan SPSS
  1. SPSS mampu mengakses data dari berbagai macam format data yang tersedia seperti dBase, Lotus, Access, text file, spreadsheet, bahkan dapat mengakses database melalui ODBC (Open Data Base Connectivity) sehingga data yang sudah ada, dalam berbagai format, bisa langsung dibaca SPSS untuk dianalisis.
  2. SPSS memberi tampilan data yang lebih informative, yaitu menampilkan data sesuai nilainya (menampilkan label data dalam kata-kata) meskipun sebetulnya kita sedang bekerja menggunakan angka-angka (kode data).
  3. SPSS memberikan informasi lebih akurat dengan memperlakukan missing data secara tepat, yaitu dengan member kode alasan mengapa terjadi missing data. Misalnya karena pernyataan tidak relevan dengan kondisi responden, pertanyaan tidak dijawab, ataub karena memang pertanyaannya yang harus dilompati.
  4. SPSS melakukan analisis yang sama untuk kelompok-kelompok pengamatan yang berbeda secar sekaligus hanya dalam beberapa mouse klik saja. Misalnya mengetahui nilai minimum, maksimum dan rata-rata penjualan per kuartal wilayah penjualan secara bersamaan pada masing-masing kelompok produk, mengetahui hal-hal yang signifikan berpengaruh terhadap volume penjualan (apakah kelompok umur konsumen, tingkat pendidikan, jenis kelamin, besar pengeluran per bulan,dll) pada masing-masing wilayah penjualan
  5. SPSS mampu merangkum data dalam format tabel multidimensi, yaitu beberapa field ditabulasikan secara bersamaan. Contohnya tabel persentase jumlah responden dari beberapa kelompok umur terhadap beberapa kategori produk perawatan rambut, table persentase jumlah responden dari beberapa tingkat pendidikan terhadap beberapa partai politik pilihan menurut beberapa wilayah pemilihan umum.

Beberapa istilah popular yang ada dalam SPSS, antara lain :
  1. Populasi, Populasi adalah keseluruhan objek yang menjadi perhatian dalam suatu eksperimen. Contohnya masyarakat miskin di Kabutan Sinjai, populasi bayi gizi buruk di rumah sakit Ibnu Sina Makassar, dan sebagainya. Dari populasi yang telah diobservasi nantinya akan diperoleh suatu karakteristik statistika yang biasa disebut dengan Parameter.
  2. Sampel, Sampel adalah sebagian objek yang diambil dari populasi di mana karakteristiknya akan diselidiki dan dianggap dapat mewakili seluruh populasi yang menjadi perhatian dalam eksperimen. Karasteristik dari sampel disebut dengan statistic. Contoh sebuah rumah sakit swasta, mengambil sampel bayi dengan berat badan lahir rendah dengan persentase 15 %, 20 %, dan 25 %. Sementara cara pengambilan sampel dari suatu populasi secara garis besar terbagi menjadi dua, yaitu random dan non random.
  3. Random, Yang dimaksud dengan pengambilan sampel dari suatu populasi secara random adalah pengambilan di mana setiap objek mempunyai probabilitas sama untuk terpilih. Dengan kata lain, sang peneliti tidak memilih objek tertentu untuk dijadikan sampel dalam eksperimen. Untuk mendapatkan sampel random biasanya dilakukan dengan undian atau menggunakan tabel bilangan random.
  4. Non random, Sampel non random adalah cara pengambilan di mana sang peneliti memilih objek tertentu untuk dijadikan sampel. Cara non random ini biasanya disebut dengan sampel tetap (fixed sample). Berkaitan dalam menganalisa dan menarik suatu kesimpulan dari suatu masalah, berdasarkan kegiatan yang dilakukan statistic terbagi menjadi dua bidan, yaitu statistika deskriptif dan statistika induktif.
  5. Statistic deskriptif, Merupakan bidang statistika yang mempelajari tentang susunan, penyajian data, yaitu dengan deskripsi atau penggambaran data yang diperoleh. Jadi, dalam statsitika deskriptif membicarakan tentang cara-cara pengumpulan data, menyederhanakan data eksperimen, kemudian mengadakan pengukuran pemusatan dan penyebaran data.
  6. Statistika induktif, Merupakan bidan statistika yang mempelajari penarikan kesimpulan yang merupakan generalisasi dari suatu populasi berdasarkan sampelnya. Adapun yang termasuk kegiatan dalam statistika induktif adalah estimasi/perkiraan, peramalan (forecast), uji hipotesis, penghitungan dan uji kemaknaan asosiasi, dan lain sebagainya. Berdasarkan metode yang digunakan statistika induktif sendiri terbagi menjadi dua yaitu statistika parametric dan statistic nonparametric.
  7. Statistic parametric, Merupakan bagian statistic induktif yang mempertimbangkan satu atau lebih parameter populasi. Biasanya pada statistic parametric berpijak pada suatu asumsi spesifik populasinya berdistribusi normal, selain itu data berukuran interval.
  8. Statistic non parametric, Merupakan bagian dari statistic induktif yang tidak mempertimbangkan nilai parameter populasi. Jadi, analisa data pada statistika nonparametric tidak didasarkan pada asumsi distribusi normal. Biasanya data yang digunakan pada statistika nonparametric berukuran nominal dan ordinal. Baik dalam statistika deskriptif maupun statistika induktif diperlukan adanya ukuran data. Ukuran data yang digunakan pada suatu eksperimen terbagi menjadi empat tingkatan, yaitu nominal, ordinal, interval, dan rasio.
  9. Nominal, Ukuran data nominal yang merupakan skala pengukuran yang paling sederhana dan digunakan untuk mengkategorikan objek-objek amatan. Kategori ini selanjutnya dinotasikan dengan kata-kata, huruf symbol, ataupun angka. Dengan kata lain, ukuran data nominal yang berasal dari kata Name ini termasuk data kualitatif, yaitu data yang tidak berupa angka melainkan berupa kategori. Misalkan kategori jenis kelamin laki-laki dan perempuan, maka laki-laki diberi notasi angka 1 dan perempuan dengan notasi angka 2.
  10. Ordinal, Ukuran data ordinal juga merupakan tipe data kualitatif, perbedaanya dengan ukuran data nominal adalah pada ordinal terdapat tingkatan data. Adapun persamaannya adalah data tidak dapat ditambah, dikurang, dikali, ataupun dibagi karena data tidak menunjukkan besarnya nilai melainkan hanya kategori saja. Pada ukuran data ordinal memberikan urutan (ranking) objek eksperimen dari yang terendah ke tinggi atau berlaku sebaliknya. Contohnya kategori kelas social ekonomi masyarakat di daerah A lebih tinggi daripada di daerah B, namun seberapa besarnya tidak dapat diukur secara pasti. Ukuran data ordinal dinilai lebih tinggi daripada nominal karena pada ordinal ditentukan objek yang lebih besar/kecil.
  11. Interval, Interval termasuk tipe data kuantitatif, yaitu datanya dinyatakan dengan angka di mana data berupa urutan kuantitatif objek eksperimen. Ukuran data interval diperoleh dari hasil pengukuran dan mempunyai satuan pengukuran, namun perlu diperhatikan bahwa pada ukuran data interval tidak memuat nilai nol mutlak. Beda halnya dengan ukuran data nominal dan ordinal, ukuran data interval dapat ditambah, dikurangi, dikali ataupun dibagi. Contoh ukuran data interval,diadakan eksperimen tentang ukuran tingkat ekonomi pada daerah Sopeng dengan klasifikasi penghasilan sebagai berikut: Golongan A jika berpenghasilan Rp 1.000.000
  12. Rasio, Ukuran data rasio termasuk pada tipe kuantitatif di mana data rasio bersifat angka sesungguhnya. Dengan kata lain, angka pada skala data rasio menunjukkan besarnya nilai objek yang diukur menggunakan titik nol mutlak. Jarak dan waktu antara dua titik skala tidak tergantung pada unit pengukuran. Contoh pada produksi kain tenun, jika pada suatu saat pabrik tidak produksi satupun kain, maka dikatakan produksi nol (tidak ada).
  13. Data view, Merupakan lembar kerja untuk proses input data atau memasukkan data. Kolomkolomnya memuat variabel data dan baris ditandai dengan angka 1, 2, 3 yang merupakan urutan data yang dimasukkan.
  14. Variabel view, Merupakan lembar kerja untuk mendefinisikan variabel data yang dimasukkan pada kotak Data View. Baris pada kotak variabel view ditandai dengan angka 1, 2, 3 menunjukkan urutan data yang didefinisikan, dan kolomnya memuat name, type, width, decimals, label, values, missing, column, align, dan measure.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi Melalui Koordinasi Mahasiswa dan Tuha Peuet Dalam Upaya Penyelesaian Kemiskinan di NAD

.
0 comments

Karya tulis ini berjudul “implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui koordinasi mahasiswa dan Tuha Peuet dalam upaya penyelesaian kemiskinan di NAD”. Tuha Peuet merupakan kelengkapan lembaga mukim yang terdiri dari unsur ulama, tokoh adat, pemuka masyarakat, dan cerdik pandai. Hal yang melatarbelakangi penulisan ini adalah : (1) untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis (PKM-GT) tahun 2009, (2) untuk memperoleh solusi yang lebih objektif dengan pendekatan budaya Aceh melalui koordinasi mahasiswa dan Tuha Peuet dalam lingkup kecil yaitu gampong dalam hal pencegahan dini dan penyelesaian secara berkelanjutan terhadap permasalahan kemiskinan di Aceh, dan (3) mendeskripsikan peran serta mahasiswa dalam ruang lingkup kemasyarakatan yang berkenaan dengan konsep dasar dan bentuk partisipasi nyata secara optimal.

Selanjutnya berdasarkan paparan di atas, bila Aceh sebagai daerah potensial tidak dipelihara, pada aspek kesejahteraan masyarakat yang dapat berpengaruh pada siklus keamanan dan ekonomi maka hal ini sangat berbahaya bahkan tidak tertutup kemungkinan Aceh tidak akan mengalami perubahan signifikan ke arah yang lebih baik yang berujung pada pembaharuan dinamika sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Secara rinci, masalah diklasifikasikan menjadi tiga hal, yaitu : (1) apakah faktor yang melatarbelakangi kemiskinan di Nanggroe Aceh Darussalam? (2) Bagaimanakah konsep dasar peran serta mahasiswa di kehidupan bermasyarakat dalam upaya penyelesaian kemiskinan bersama Tuha Peuet? dan (3) Bagaimanakah partisipasi peran serta mahasiswa dalam penyelesaian kemiskinan bersama Tuha Peuet?
Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor yang melatarbelakangi kemiskinan di Nanggroe Aceh Darussalam, (2) mendeskripsikan konsep dasar peran serta mahasiswa di kehidupan bermasyarakat dalam upaya penyelesaian kemiskinan bersama Tuha Peuet, dan (3) mendeskripsikan partisipasi peran serta mahasiswa dalam penyelesaian kemiskinan bersama Tuha Peuet.

Hasil yang diharapkan dari penulisan ini adalah dapat memberikan deskripsi secara mendalam dan menyeluruh tentang penyelesaian kemiskinan di NAD melalui peran serta mahasiswa dan Tuha Peuet sebagai wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi. Untuk itu diharapkan hasil karya tulis ini mampu memberikan manfaat secara teoritis dan praktis.

Secara teoritis, hasil karya tulis ini memberikan kontribusi yang berarti karena dapat dimanfaatkan untuk (1) menambah khasanah sosial khususnya tentang implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui koordinasi mahasiswa dan Tuha Peuet dengan pendekatan budaya Aceh, (2) memberikan informasi empiris dan idealistis tentang penyelesaian kemiskinan melalui koordinasi mahasiswa dan Tuha Peuet dengan pendekatan budaya Aceh.

Secara praktis, hasil karya tulis ini dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi penulis, instansi terkait, dan masyarakat. Bagi penulis, hasil penulisan ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengadakan penulisan lebih lanjut, bagi instansi terkait dapat menambah referensi tentang koordinasi mahasiswa dan Tuha Peuet dalam penyelesaian kemiskinan atas dasar pendekatan budaya Aceh, sedangkan bagi masyarakat, karya tulis ini memberikan masukan serta pengetahuan tentang penyelesaian kemiskinan melalui koordinasi mahasiswa dan Tuha Peuet dengan pendekatan budaya Aceh.

Penulis menggunakan rancangan penulisan kualitatif dengan analisis deskriptif yang menguraikan, menjabarkan, dan merangkai konsep maupun teori yang digunakan menjadi untaian kata-kata dalam setiap bagian pembahasannya. Studi kajian deskriptif ini dilakukan dengan menghubungkan konsep-konsep seperti peran serta mahasiswa, peranan Tuha Peuet, aplikasi organisasi mahasiswa, partisipasi masyarakat, pemerintah, dan lembaga swasta dalam pembangunan.

Sumber data utama dalam penulisan ini adalah informasi yang terdapat dalam bentuk tulisan ; baik berupa buku, majalah, jurnal, surat kabar maupun publikasi elektronik. Sumber data sekunder ialah masyarakat di kalangan sosial seperti pengamat sosial, anggota Tuha Peuet, organisasi kemahasiswaan. Sumber data yang dikumpulkan haruslah memenuhi kriteria dan bersifat netral.

Jenis data tersebut bersifat tinjauan sosial dan ekonomi yang berisi hayatan, pikiran, dan pandangan yang terdapat dalam kehidupan. Wujud data berupa informasi tertulis dan gejala verbal berupa sikap dan pemahaman konteks sosial dan ekonomi dalam wacana kesejahteraan masyarakat.

Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini dilakukan dengan cara dokumentasi yaitu menelusuri, meneliti serta mempelajari referensi-referensi yang sesuai dan relevan dengan permasalahan yang diangkat. Referensi yang digunakan tidak terbatas pada referensi cetak saja tetapi juga elektronik. Teknik keabsahan yang dipilih dalam penulisan ini adalah : (1) ketekunan pengamatan, (2) kecukupan referensi, (3) pemeriksaan dengan teman sejawat melalui diskusi, dan (4) triangulasi.

Adapun langkah analisis yang digunakan sesuai dengan proses yang dikemukan oleh Nazir (1989) yaitu : (1) menganalisa data dengan mengorganisasikan data yang diperoleh dari studi literatur ke dalam kategori, (2) menjabarkan ke dalam unit-unit, (3) melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, (4) memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan (5) langkah terakhir adalah dengan membuat kesimpulan agar dapat dipahami.

Terkait dengan analisis rumusan masalah, ada 3 faktor sentral yang melatarbelakangi kemiskinan di Nanggroe Aceh Darussalam. Faktor tersebut adalah faktor dampak bencana, faktor struktural, dan faktor kultural.

Kemudian, beberapa konsep yang mendasari bahwa pentingnya peran serta mahasiswa bersama Tuha Peuet dalam bentuk koordinasi untuk menyelesaikan kemiskinan di NAD karena mahasiswa dan Tuha Peuet merupakan bagian dari masyarakat, sebagai pemberi pendidikan, sebagai motivator, entrepreneur dan pemikir, sebagai pendukung kegiatan layanan, sebagai salah satu komponen pengontrol kegiatan, sebagai penghubung dan sebagai penyelaras.

Partisipasi peran serta mahasiswa yang berkoordinasi dengan Tuha Peuet terbagi dalam empat tahapan yang berjalan secara simultan. Tahapan tersebut terdiri dari perencanaan, sosialisasi dan koordinasi, pelaksanaan serta pengendalian. Tahap ini merupakan proses pencerminan secara aplikatif dari penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Saran yang diutarakan berupa rekomendasi dalam penulisan ini yaitu : harus adanya political will dari pemerintah gampong dan kerja sama masyarakat sehingga terciptanya tahapan pembangunan (capacity building) masyarakat dalam upaya menguatkan partisipasi antar stakeholders untuk menyelesaikan kemiskinan di NAD, (2) perlu dibentuknya lembaga pengawasan dan pengendalian yang terdiri dari elemen masyarakat, pemerintah gampong, lembaga swasta, mahasiswa serta para ahli dan diikuti dengan penyelenggaraan pertemuan rutin untuk mengevaluasi pelaksanaan program yang hasilnya akan difollow up, (3) perlu dibentuknya kesadaran pada mahasiswa terhadap permasalahan di sekitarnya. Hal ini sebagai bukti dari fungsi mahasiswa. Dalam konteks permasalahan ini adalah menjadi anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan ikut serta dalam program kerja yang direncanakan, (4) hendaknya ada penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat pada struktur masyarakat terkecil maupun kampanye melalui media massa dan sosialisasi di tempat-tempat umum.

Hal ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam program yang direncanakan, dan (5) diharapkan ada suatu wadah atau media bagi masyarakat untuk melakukan pelaporan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program. Hal ini sangat penting mengingat ini merupakan salah satu bentuk menampung kesadaran masyarakat yang dituangkan dalam bentuk gagasan untuk ditindaklanjuti dalam menyempurnakan program kerja yang telah dijalankan.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Regulasi Justifikasi Legalitas Surat Keterangan Bebas Narkoba (STBN) Pada Perguruan Tinggi di NAD

.
0 comments

Karya tulis ini berjudul “Regulasi Justifikasi Legalitas Surat Keterangan Bebas Narkoba Pada Perguruan Tinggi di Nanggroe Aceh Darussalam”. Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) merupakan suatu surat keterangan resmi yang menyatakan seseorang bebas dari penyalahgunaan Narkoba.

Hal yang melatarbelakangi penulisan ini adalah : (1) untuk mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat mahasiswa yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Provinsi (BNP) NAD dalam rangka memperingati HANI tahun 2009, (2) untuk memperoleh solusi yang lebih objektif dengan adanya regulasi yang jelas terhadap legalitas SKBN, dan (3) mendeskripsikan pentingnya SKBN, khususnya bagi mahasiswa serta masyarakat Aceh pada umumnya.

Selanjutnya, SKBN yang dipandang krusial, tetapi tidak mempunyai kekuatan hukum karena belum memenuhi aspek medikolegal. Selain itu, manfaat surat keterangan ini masih dipertanyakan sebagai surat keterangan medis yang harus diterbitkan untuk syarat administratif institusi yang sudah ditetapkan. Pada proses perjalanannya justifikasi SKBN menuai masalah. Berbagai prosedur pemeriksaan laboratorium narkoba belum memenuhi standar pelayanan minimal, hal ini tentunya akan mempengaruhi validitas hasil pemeriksaan Narkoba. Masalah diperparah dengan belum adanya peraturan hukum yang menetapkan pihak yang berwenang mengeluarkan SKBN.

berdasarkan paparan di atas, bila SKBN hanya dikeluarkan oleh tim medis berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, surat tersebut sebenarnya hanya merupakan surat pernyataan. Yang disayangkan, surat pernyataan tersebut dianggap SKBN. Padahal pada dasarnya SKBN seharusnya dikeluarkan oleh badan hukum berwenang yang setelah melalui pemeriksaan laboratorium yang ditunjuk pemerintah

Secara rinci, masalah diklasifikasikan menjadi tiga hal, yaitu : (1) apakah yang melatarbelakangi pentingnya pengeluaran Surat Keterangan Bebas Narkoba bagi mahasiswa pada perguruan tinggi di NAD? (2) bagaimanakah legalitas justifikasi Surat Keterangan Bebas Narkoba? dan (3) siapakah yang berhak mengeluarkan Surat Keterangan Bebas Narkoba?

Adapun tujuan dari penulisan ini adalah (1) untuk mendeskripsikan hal-hal yang melatarbelakangi pentingnya pengeluaran Surat Keterangan Bebas Narkoba bagi mahasiswa pada perguruan tinggi di NAD, (2) mendeskripsikan legalitas justifikasi Surat Keterangan Bebas Narkoba, dan (3) mendeskripsikan pihak yang berhak mengeluarkan Surat Keterangan Bebas Narkoba.

Hasil yang diharapkan berupa manfaat dari penulisan ini terbagi secara teoritis dan praktis. Secara teoritis, hasil karya tulis ini memberikan kontribusi yang berarti karena dapat dimanfaatkan untuk (1) menambah khasanah sosial khususnya tentang bahaya Narkoba pada generasi muda Aceh yang dapat mengakibatkan lost generation dan (2) memberikan informasi empiris dan idealistis tentang regulasi justifikasi legalitas SKBN pada perguruan tinggi di NAD.
Secara praktis, dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi penulis, instansi terkait, dan masyarakat. Bagi penulis, hasil penulisan ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengadakan penulisan lebih lanjut. Bagi instansi terkait, khususnya pemerintah, (1) diharapkan karya tulis ini dapat menambah referensi tentang pentingnya penataan regulasi untuk legalitas justifikasi SKBN dengan segala aspek yang telah ada, (2) memberikan masukan kepada pemerintah mengenai kemungkinan kegagalan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika dalam menyelesaikan masalah justifikasi SKBN, (3) memberikan masukan bagi institusi multidisiplin yang terkait dalam prosedur pengesahan SKBN tentang validitas dan legalitas surat tersebut, dan (4) memberi masukan kepada institusi yang akan merekrut anggota baru tentang pentingnya SKBN secara hukum, bukan sekedar syarat formalitas pendaftaran

Sedangkan bagi masyarakat dapat (1) membantu meningkatkan peran serta masyarakat dalam mencegah terjadinya lost generation anak bangsa akibat ketergantungan dan penyalahgunaan Narkoba, (2) menginformasikan kepada masyarakat mengenai prosedur mudah dan teratur agar tidak mengalami kebingungan mengurus SKBN yang legal, dan (3) membantu membentuk budaya masyarakat yang tertib hukum.

Rancangan yang digunakan dalam penulisan ini adalah rancangan deskriptif kualitatif dengan empat tahapan, yaitu (1) tahap perumusan tema dan permasalahan, (2) tahap pengumpulan data dan landasan teori, (3) tahap analisis data, dan (4) tahap kesimpulan dan rekomendasi

Metode pengumpulan data yang digunakan pada penulisan ini adalah (1) tinjauan pustaka dan (2) tinjauan media. Kemudian, penulisan ini juga menggunakan metode analisis dengan pendekatan pada proses analisis yang dilakukan adalah metode analisis kualititatif dengan mendeskripsikan, menganalisis, dan menguraikan data yang diperoleh sehingga dapat menjelaskan kondisi objek sebenarnya.

Terkait dengan analisis rumusan masalah. Hal-hal yang melatarbelakangi pentingnya SKBN ini antara lain : (1) banyaknya kasus Narkoba menyebabkan meningkatnya pemeriksaan, (2) SKBN dapat dijadikan bukti yang sah secara hukum jika surat tersebut diterbitkan secara prosedural bahwa seseorang bebas dari penyalahgunaan Narkoba, (3) banyak institusi yang meminta SKBN disertakan pada saat proses pendaftaran untuk membuktikan bahwa seseorang bersih dari penyalahgunaan Narkoba, (4) asas manfaat urgensi SKBN dapat ditunjukkan untuk tujuan jangka panjang, terutama dalam mencegah dan mendeteksi secara dini ketergantungan maupun penyalahgunaan Narkoba, (5) SKBN merupakan bentuk peran serta masyarakat dalam mewujudkan upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba sebagaimana tercantum dalam Pasal 54 UU Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, dan (6) Pemeriksaan Narkoba dan pengesahan SKBN bermanfaat untuk orientasi program pemberantasan Narkoba di NAD dan Indonesia umumnya. Hal ini dapat tercapai jika pemeriksaan narkoba di tingkat institusi dilaksanakan secara berkala atau periodik, tidak hanya pada saat perekrutan anggota baru.

Kemudian, ada 3 faktor sentral yang dapat dijadikan tinjauan justifikasi SKBN, yaitu (1) justicia, (2) secara klinik dan keperawatan, dan (3) non-justicia dan non-klinik, SKBN yang berkaitan dengan administrasi.
Selanjutnya, yang berhak mengeluarkan SKBN adalah (1) berdasarkan Kepmenkes Nomor 1351/Menkes/SK/XII/2004 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1173/Menkes/SK/X/1998 tentang Penunjukan Laboratorium Pemeriksaan Psikotropika dan Narkotika, SKBN untuk keperluan administratif dapat dibuat oleh laboratorium yang ditunjuk oleh Depkes dan Laboratorium Kesehatan BNN dan (2) pemeriksaan laboratorium Narkoba dapat dilakukan di laboratorium yang memenuhi standar pelayanan minimal dan ditunjuk oleh pemerintah secara hukum untuk melakukan pemeriksaan.

Saran yang diutarakan berupa rekomendasi dalam penulisan ini yaitu : (1) harus adanya political will dari pemerintah daerah dan kerja sama masyarakat sehingga terciptanya tahapan perwujudan generasi muda Aceh yang bebas Narkoba dalam upaya menguatkan partisipasi antar stakeholders untuk menyelesaikan masalah Narkoba di NAD, (2) perlu dibentuknya sebuah badan hukum yang berwenang mengeluarkan SKBN di Aceh, (3) perlu dibentuknya sebuah lembaga pengawasan dan pengendalian upaya pencegahan Narkoba yang terdiri dari elemen masyarakat, lembaga swasta, mahasiswa serta para ahli dan diikuti dengan penyelenggaraan pertemuan rutin untuk mengevaluasi pelaksanaan program yang hasilnya akan difollow up, (4) perlu dibentuknya kesadaran pada mahasiswa terhadap permasalahan disekitarnya, (5) hendaknya ada penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat pada struktur masyarakat terkecil melalui media massa dan sosialisasi di tempat-tempat umum sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya Narkoba dan pentingnya SKBN bagi setiap masyarakat, khususnya mahasiswa.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Peran Serta Mahasiswa Dalam Pemantapan Peranan Tuha Peuet Gampong Dalam Penerapan Polmas Di NAD Sebagai Wujud Nyata Tri Darma Perguruan Tinggi

.
0 comments

Karya tulis ini berjudul “peran serta mahasiswa dalam pemantapan peranan Tuha Peuet Gampong dalam penerapan Polmas di NAD sebagai wujud nyata Tri Darma Perguruan Tinggi”. Alasan yang mendorong penulisan karya tulis ini adalah : (1) untuk mengikuti lomba karya tulis ilmiah dengan tema “implementasi Polmas dan HAM dengan pendekatan budaya Aceh”, (2) untuk memperoleh solusi yang lebih objektif dengan pendekatan budaya Aceh melalui koordinasi mahasiswa dan Tuha Peuet dalam lingkup kecil yaitu gampong, (3) mengenalkan Perpolisian Masyarakat (Polmas) sejak dini, tidak hanya pada komponen masyarakat akan tetapi pada perguruan tinggi dengan objek mahasiswa dan, (4) mendeskripsikan peran serta mahasiswa dalam ruang lingkup kemasyarakatan yang berkenaan dengan konsep dasar, bentuk partisipasi nyata secara optimal serta dampaknya.

Selanjutnya berdasarkan paparan di atas, bila Aceh sebagai daerah potensial dengan keberagaman yang unik yang perlu kita jaga rusak karena berkembangnya pola kehidupan negatif yang mengganggu kestabilan kondisi di Aceh maka hal ini sangat berbahaya bahkan tidak tertutup kemungkinan Aceh tidak akan mengalami perubahan signifikan ke arah yang lebih baik dari sosial budaya dan keamanan yang berujung pada pembaharuan dinamika sosial masyarakat.

Secara rinci sub masalah dalam karya tulis adalah sebagai berikut : (1) bagaimanakah konsep dasar peran serta mahasiswa di kehidupan bermasyarakat dalam upaya pemantapan peranan Tuha Peuet Gampong? (2) bagaimanakah partisipasi peran serta mahasiswa dalam pemantapan peranan Tuha Peuet Gampong dalam penerapan Polmas di NAD? dan (3) bagaimanakah dampak dari adanya peran serta mahasiswa dalam pemantapan peranan Tuha Peuet Gampong dalam kehidupan bermasyarakat?

Tujuan karya tulis secara rinci dapat dikemukakan sebagai berikut : (1) mendeskripsikan konsep dasar peran serta mahasiswa di kehidupan bermasyarakat dalam upaya pemantapan peranan Tuha Peuet Gampong, (2) mendeskripsikan partisipasi peran serta mahasiswa dalam pemantapan peranan Tuha Peuet Gampong dalam penerapan Polmas di NAD, dan (3) mendeskripsikan dampak dari adanya peran serta mahasiswa dalam pemantapan peranan Tuha Peuet Gampong dalam kehidupan bermasyarakat.

Hasil karya tulis ini diharapkan dapat memberikan deskripsi secara mendalam dan menyeluruh tentang peran serta mahasiswa dalam pemantapan peranan Tuha Peuet Gampong dalam penerapan Polmas di NAD sebagai wujud nyata Tri Darma Perguruan Tinggi. Untuk itu diharapkan hasil karya tulis ini mampu memberikan manfaat secara teoritis dan praktis.

Penulis menggunakan menggunakan rancangan penulisan kualitatif dengan analisis deskriptif yang menguraikan, menjabarkan dan merangkai konsep maupun teori yang digunakan menjadi untaian kata-kata dalam setiap bagian pembahasannya. Sumber data utama dalam penulisan ini adalah informasi yang terdapat dalam bentuk tulisan; baik berupa buku, majalah, jurnal, surat kabar maupun publikasi elektronik. Sumber data sekunder ialah masyarakat di kalangan sosial seperti pengamat sosial, anggota Tuha Peuet Gampong, organisasi kemahasiswaan. Sumber data yang dikumpulkan haruslah memenuhi kriteria dan bersifat netral.

Jenis data dalam penulisan ini diklasifikasikan menjadi tiga macam yaitu (1) konsep dasar peran serta mahasiswa di kehidupan bermasyarakat dalam upaya pemantapan peranan Tuha Peuet Gampong, (2) partisipasi peran serta mahasiswa dalam pemantapan peranan Tuha Peuet Gampong dalam penerapan Polmas di NAD, dan (3) dampak dari adanya peran serta mahasiswa dalam pemantapan peranan Tuha Peuet Gampong dalam kehidupan bermasyarakat.

Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini dilakukan dengan cara dokumentasi yaitu menelusuri, meneliti, dan mempelajari referensi-referensi yang sesuai dan relevan dengan permasalahan yang diangkat. Referensi yang digunakan tidak terbatas pada referensi cetak saja tetapi juga elektronik. Teknik keabsahan yang dipilih dalam penulisan ini adalah : (1) ketekunan pengamatan, (2) kecukupan referensi, (3) pemeriksaan dengan teman sejawat melalui diskusi dan (4) triangulasi.

Adapun langkah analisis yang digunakan sesuai dengan proses yang dikemukan oleh Nazir (1989) yaitu sebagai berikut (1) menganalisa data dengan mengorganisasikan data yang diperoleh dari studi literatur ke dalam kategori, (2) menjabarkan ke dalam unit-unit, (3) melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, (4) memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan (5) langkah terakhir adalah dengan membuat kesimpulan agar dapat dipahami.

Terkait dengan analisis rumusan masalah, konsep yang mendasari bahwa pentingnya peran serta mahasiswa dengan Tuha Peuet Gampong dalam bentuk koordinasi karena mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat (actor), sebagai pemberi pendidikan (educator), sebagai motivator, entrepreneur dan pemikir (administrator), sebagai pendukung kegiatan layanan (supporting agency), sebagai salah satu komponen pengontrol kegiatan (controlling agency), sebagai penghubung (Mediator) dan sebagai Penyelaras (integrator).

Kemudian, solusi yang diberikan berupa partisipasi peran serta mahasiswa yang berkoordinasikan dengan Tuha Peuet Gampong terbagi dalam empat tahapan yang berjalan secara berurutan. Tahapan tersebut terdiri dari perencanaan, sosialisasi dan koordinasi, pelaksanaan dan pengendalian. Tahap ini merupakan proses pencerminan dari penelitian, pendidikan serta pengabdian kepada Masyarakat. Selanjutnya, sebagai akibat dari partisipasi, dampak dari adanya peran serta mahasiswa terbagi atas dua yaitu dampak negatif dan dampak positif.

Saran yang diutarakan dalam penulisan ini yaitu : (1) harus Adanya political will dari pemerintah gampong dan kerja sama masyarakat sehingga terciptanya capacity building masyarakat dalam upaya menguatkan partisipasi antar stakeholders, (2) pembentukan lembaga pengawasan dan pengendalian yang terdiri dari elemen masyarakat, pemerintah, swasta, mahasiswa serta para ahli dan diikuti dengan penyelenggaraan pertemuan rutin untuk mengevaluasi pelaksanaan program yang hasilnya akan di follow up. Hal tersebut dimaksudkan agar pengawasan dan pengendalian tersebut kontinu, (3) penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat pada struktur masyarakat terkecil maupun kampanye melalui media massa dan sosialisasi di tempat-tempat umum sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya terlibatan masyarakat dalam program yang direncanakan, dan (4) diperlukan suatu wadah atau media bagi masyarakat untuk melakukan pelaporan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program, hal ini sangat penting mengingat ini merupakan salah satu bentuk menampung kesadaran masyarakat yang dituangkan dalam bentuk gagasan untuk ditindaklanjuti dalam menyempurnakan program kerja yang telah dijalankan.

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
rianprestasi.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com